PPS Teknologi Pembelajaran
Get Adobe Flash player

Walaupun peranan teknologi informatika berkembang begitu pesat dan memberikan pengetahuan dibidang, medis, teknik,science, maupun bidang yang lainnya, tetapi peran guru atau dosen tidak bisa tergantikan. Kecanggihan teknologi tersebut hanya dijadikan media perantara dalam pembelajaran. Oleh karena itu guru atau dosen merupakan komponen yang tidak terpisahkan dalam proses belajar mengajar.

Esensi guru tersebut disampaikan Rektor UM Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) (Senin, 21/9/2015) di Aula LP3, Gedung H7 Lantai 2 UM. Kegiatan ini diselenggarakan Pusat Pengembangan Kurikulum Pembelajaran dan Penilaian (P2KPP) Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran  (LP3) UM selama empat hari yaitu  tanggal 21 s.d 25 September 2015.

“di perguruan tinggi guru disebut dengan dosen, Ketika seorang dosen telah mencapai karir tertinggi dalam keilmuanya,  disebut guru besar tidak dosen besar. Hal ini mengartikan bahwa tugas seorang dosen adalah sebagai guru. Guru merupakan profesi mulia, bahkan keyakinan umat muslim orang yang pertama masuk surga adalah guru. Tetapi perlu dipahami bersama, guru yang bagaimana?,” jelas Rektor UM
Lebih lanjut Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd memaparkan bahwa guru yang dimaksud adalah seorang guru yang mampu membentuk karakter peserta didikannya. Tidak hanya meluluskan sarjana secara akademik, melainkan menjadi agent exchange dalam pribadi seorang murid. Pada dasarnya keilmuan akademik menjadi tuntutan yang harus dipenuhi, tetapi perubahan secara menyeluruh dalam diri mahasiswa adalah tujuan pembelajaran secara utuh, paparnya

Selain itu Kepala P2KPP LP3 UM Dr. Tri Atmadji Sutikno, M.Pd menyampaikan sasaran pelatihan diperuntukkan para dosen muda yang memiliki latar ijazah non kependidikan. Peserta terhimpun dari  tujuh fakultas, yaitu  fakultas sastra sebanyak tujuh  orang dosen,  fakultas ilmu sosial sebanyak  lima orang,  fakultas ekonomi  sebanyak  tujuh  orang, fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam sebanyak sebelas orang, fakultas teknik sebanyak lima  orang, fakultas ilmu pendidikan sebanyak lima orang, dan  fakultas pendidikan psikologi sebanyak satu orang dosen.

Sejumlah materi yang diberikan kepada peserta pelatihan sebanyak delapan materi, yaitu Implementasi kebijakan Dikti dan Paradigma Baru Pembelajaran di PT, Landasan dalam Pengembangan Pembelajaran, Pengorganisasian Isi dan Pengembangan Bahan Pembelajaran,  Kurikulum dan Pengembangan Desain Pembelajaran, Pengembangan Media Pembelajaran, Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Pengembangan Penilaian Pembelajaran, Manajemen Mutu Terpadu. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan dosen secara kualitatif dan kuantatif dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran, dan mampu membuat  rencana program semester (RPS), SAP dan penilaian/evaluasi pembelajaran. Antara lain para dosen dapat mengembangkan kurikulum dan desain pembelajaran, menyiapkan perangkat pembelajaran,mengembangkan pembelajaran inovatif, dan dapat melaksanakan pembelajaran secara berkualitas. (Har)